Rumah Kaum Merdeka Wong Banjarnegara

Banner 468

Facebook
RSS
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Perindo Akan Perkuat Ekonomi Rakyat

 
Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo (empat kiri) mengangkat tangan bersama Ketua DPW Perindo Kalimantan Barat (Kalbar) Iwan Gunawan (empat kanan), Bendahara Umum DPP Perindo Henry Suparman (tiga kiri), Wakil Ketua Umum DPP Perindo Arya Sinulingga (dua kiri) beserta jajaran pengurus DPW Perindo Kalbar seusai deklarasi dan pelantikan pengurus DPW Perindo Kalbar di halaman Masjid Jami Keraton Kadariah, Pontianak, kemarin.

PONTIANAK – Organisasi Masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo) menyatakan akan terlibat aktif memperkuat ekonomi rakyat untuk mempercepat kesejahteraan. Tekad tersebut salah satunya akan diwujudkan melalui pembentukan Bank Perkreditan Rakyat di berbagai daerah.

Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, Perindo akan melakukan pembinaan intensif kepada para pengusaha usaha kecil menengah (UKM) melalui pelatihan manajemen. “Kita fokus membantu petani, nelayan, dan buruh. Caranya melalui koperasi yang mewadahi mereka,” kata HT saat deklarasi Pengurus DPW Perindo Kalimantan Barat di tepi Sungai Kapuas, Kampung Dalam Bugis, Pontianak Timur, kemarin.

Mereka yang hadir dalam deklarasi tersebut adalah Wakil Ketua Umum DPP Perindo Arya Sinulingga, Wasekjen DPP PerindoAjunDamayanti, KetuaUmum Rescue Perindo Denny Adin, Barisan Usaha Masyarakat Indonesia (BUMI) Perindo Nurana Indah Paramitha, dan Ketua DPW Perindo Kalbar Iwan Gunawan. Lebih lanjut HT melihat geliat ekonomi di Kota Pontianak lebih dominan digerakkan oleh para pedagang kecil. Itu juga sejalan dengan rencana Perindo yang ingin mendongkrak kemampuan UKM dengan memberikan akses permodalan.

Langkah yang akan dilakukan adalah membuat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di setiap ibu kota provinsi di seluruh Indonesia yang kemudian menyebar di kabupaten/kota. “Kami berharap Perindo Kalbar mampu mengoptimalkan potensi daerah yang besar,” lanjutnya. Selain di bidang ekonomi, Perindo juga dipastikan tetap aktif membantu masyarakat yang tertimpa bencana.

Untuk hal ini, HT menjelaskan, organisasi sayap Rescue Perindo siap berada di tengah masyarakat yang kesulitan. “Selain itu, Perindo juga siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang tersangkut masalah hukum melalui Badan Advokasi Hukum (BAHU) Perindo,” tambah HT. Sementara itu, Ketua DPW Perindo KalbarIwan Gunawan menargetkan Perindo bisa menjadi salahsatupendorongperubahandi Kalbar. Dia mengajak semua elemen masyarakat mendukung program Perindo yang memang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita buka pintu seluas-luasnya karena Perindoormas,” ungkapnya.

Motivasi Peserta Rakernas HIPMI

Selain untuk mendeklarasikan DPW Perindo Kalbar, kehadiranHary Tanoesoedibjo(HT) juga untuk menjadi pembicara pada Rakernas XV HIPMI. Pada kesempatan itu, HT memberikan motivasi kepada para pengusaha untuk bisa memanfaatkan setiap momen yang dimiliki guna menggapai kesuksesan. Menurut dia, dengan kekayaan sumber daya alam bangsa yang dimiliki, sudah sepantasnya banyak kesempatan pula yang bisa dijadikan modal. “Saya salah satu keluaran produk capital market yang memanfaatkan keberkahan dari negara Indonesia yaitu melalui pasar modal,” ungkap HT
Sumber: Koran-sindo
[ Read More ]

Setelah di Banten, Kepengurusan Perindo Jateng Resmi Dibentuk


Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo
SEMARANG - Pengurus organisasi masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo) Jateng sudah resmi dibentuk. Pembentukan kepengurusan itu merupakan yang ketiga, setelah Banten dan Bandung. 

Peresmian ditandai dengan dilantiknya susunan pengurus Perindo Jateng yang diketuai Siswadi Selodipuro oleh Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo di Kampung Tambak Lorok Semarang.

Harry mengatakan dibentuknya pengurusan tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai bidang.

"Perindo dibentuk dalam rangka keprihatinan terhadap situasi Indonesia saat ini yang membutuhkan perubahan di berbagai bidang. Indonesia banyak masyarakat buruh, tani dan nelayan yang perlu dibantu," ungkap Hary dalam sambutannya, Sabtu (14/3/2013).

Hary menegaskan, ormas yang didirikannya juga ingin menjadi bagian dalam membantu mencetak kader-kader yang dibutuhkan oleh Indonesia, seperti politisi, pengusaha maupun profesional.

"Intinya Perindo ingin melakukan sesuatu bagi masyarakat baik itu dalam bentuk bakti sosial atau mencetak kader-kader yang dibutuhkan oleh bangsa ini," papar Bos MNC Group tersebut.

Hary berpesan agar Perindo Jateng dapat membantu masyarakat dengan kegiatan-kegiatan spontanitas seperti bakti sosial.

"Khusus untuk Jawa Tengah perlu dilakukan bantuan sosial seperti pembagian sembako. Selain itu bisa bantuan dibidang kesehatan seperti sunatan masal serta bantuan dibidang pendidikan," ungkap Harry.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula dua unit alat pencacah ikan, serta pembagian sembako gratis kepada ratusan warga Tambak Lorok Semarang. 

Sumber: news okezone.com
[ Read More ]

Hari Tanoe Beri Bantuan Nelayan Tambaklorok Semarang Mesin Penggilingan Ikan

HT-Beri-Bantuan-Nelayan-Tambaklorok-Semarang.jpg
Tribun Jateng/M Zainal Arifin
HT menyerahkan bantuan alat penggilingan ikan kepada ketua DPW Perindo Jawa tengah, Siswadi Selodipuro

TRIBUNJATENG.COM , SEMARANG - Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Indonesia (DPP Perindo), Hari Tanoesudibyo (HT), memberikan bantuan berupa mesin penggilingan ikan kepada nelayan Tambaklorok Semarang.

Pemberian bantuan itu dilakukan usai melantik pengurus DPW Perindo Jateng periode 2013-2018, Sabtu (13/04/2013).

Bantuan diserahkan HT kepada ketua DPW Perindo Jateng periode 2013-2018, Siswadi Selodipuro.

HT berharap bantuan itu dapat bermanfaat bagi warga nelayan meskipun tidak seberapa.

"Jangan dilihat dari barangnya, tapi kalau difungsikan dengan baik maka akan jauh lebih besar manfaatnya bagi nelayan," kata Hari Tanoesudibyo. (*)
 
Sumber: Tribun Jateng
[ Read More ]

Perindo Sebar Paket Sembako di Kalideres

Minggu, 7 April 2013 11:40 wib
Ilustrasi (Foto: dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: dok Okezone)
JAKARTA- Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Indonesia (Perindo), menggelar bakti sosial di lima RT di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Dalam acara tersebut, Perindo membagikan sekira 200 paket sembako kepada warga. 

Ketua DPP Perindo Jakarta Barat, Saidi mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pendekatan terhadap masyarakat. Diharapkan, melalui kegiatan ini pula, Perindo dapat memberdayakan potensi pemuda. "Semangat perwujudan kepedulian ormas terhadap masyarakat yang berada dalam kelas menengah ke bawah, sangat terasa. Kedekatan secara emosional akan mempermudah pembangunan potensi di wilayah ini," ujar Saidi kepada wartawan Minggu ( 7/5/2013).

Dikatakan Saidi, pemberian 200 paket sembako ini, sekaligus mengenalkan Perindo ke masyarakat. “Mengenalkan ke akar yang paling bawah, harapannya memperdayakan sehingga menjadi masyarakat yang mandiri," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua RT.05 Kelurahan Kamal, Syaripudin mengungkapkan, kegiatan baksos yang digelar Perindo sangat membantu warga. “Semoga ke depannya Perindo bisa membangun dan memberdayakan para pemuda,” katanya.
 
Sumber: okezone.com
 
[ Read More ]

Perindo Sebar Doorprize ke Anggotanya



Kamis, 28 Maret 2013 14:54 wib

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (foto: okezone)
Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (foto: okezone)
JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo, menyerahkan satu unit sepeda motor dan 14 paket berlangganan Indovision selama satu tahun kepada sejumlah anggota Perindo yang mendapatkan doorprice pada saat deklarasi Perindo 24 Januari 2013 lalu.

"Ini penyerahan hadiah pada waktu deklarasi 24 Februari lalu, hadiah utamanya sepeda motor dan langganan Indovision selama satu tahun," kata Hary di Lobi Gedung MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2013).

Ditempat yang sama, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq menambahkan, hadiah tersebut diberikan kepada orang yang mengetahui visi dan misi Perindo. Selain itu, peserta yang mendapatkan hadiah juga harus dapat menjawab pertanyaan yang diberikan.

"Hadiah ini diberikan kepada anggota Perindo yang mengikuti deklarasi. Mereka juga ditanyakan visi misi Perindo. Karena hadiah ini tidak diberikan semata-mata, tetapi melalui pengetahuan mereka," ungkapnya.

Rofiq menjelaskan, saat ini ada 25 kepengurusan ditingkat provinsi. Setiap minggunya, pengurus pusat melakukan pelantikan di masing-masing provinsi. "Bentuk kepengurusan sudah ada 25 provinisi, setiap minggu kita akan pelantikan pengurus,"imbuhnya.

Dikatakannya, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, meminta agar Perindo memberikan semangat untuk saling menolong antar sesama.

"Saat ini Pak Hary juga sudah mempersiapkan gerakan sosial, agar semangat memberikan harus ditanamkan kepada siapa saja. Selanjutnya,Perindo juga akan melakukan pemberdayaan ekonomi. Karena kita ingin menjadi sebuah solusi segala apa saja yang diharapkan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Adam, anggota Perindo yang mendapatkan satu unit sepeda motor Suzuki Smash mengaku sangat senang dengan hadiah tersebut. Terlebih Perindo juga menanggung pajak hadiahnya.

"Saya sangat senang mas, dapat motor apalagi pajaknya sudah ditanggung Perindo. Saya akan pakai motor ini untuk aktivitas sehari-hari," kata karyawan swasta ini.
Sumber: Okezone.com
[ Read More ]

6 Ketua DPC Nasdem Banjarnegara Mundur


Pengurus DPC melepas kaus berlambang NasDem (Foto: Muchtar Muhammad)
 
BANJARNEGARA (KRjogja.com) - Sebanyak enam Ketua DPC dan 17 pengurus Partai Nasdem mengundurkan diri dan hengkang ke ormas Persatuan Indonesia (Perindo) yang didirikan Hari Tanoesoedibjo.

Pengurus yang mundur adalah Ketua Dewan Pembina Sunarso Kadar Waluyo, sekretaris Indra Hari Purnama, wakil ketua Anis Mansur, bendahara Eka Fitriyanti dan wakil bendahara Heru Setiawan. Sedangkan ketua DPC yang mundur Selasa kemarin yaitu Heri Setiyagung (Wanadadi), Cito Sudiro (Rakit), Muhidin Ahmad (Pagedongan), Supriyadi (Purwanegara) Wasis Koderi (Mandiraja) dan Djohan Irawan (Punggelan).

Pengunduran diri ketua dan unsur pengusus DPC  NasDem Banjarnegara, ditandai dengan pelepasan kaos biru berlambang partai NasDem, di kantor sekretratiat DPD partai tersebut di Jalan Soeprapto Banjarnegara, Selasa (19/03/2013). Saat itu, sekretariat dalam keadaan kosong.

Cipto Sudiro, mantan ketua DPC Kecamatan Rakit dan mantan sekretaris DPD Indra Hari Purnama menyatakan dirinya  dan para pengurus lain memilih mundur karena di NasDem banyak ketidak jelasan dalam berbagai hal.

"DPW menjanjikan biaya operasional DPC namun tak pernah diberikan. Sedangkan fasilitas sambungan televisi Indovision yang pernah diterima ketua DPC, diputus. (Mad)

Sumber: krjogja.com
[ Read More ]

Hary Tanoesoedibjo Temui Kader Perindo Sulawesi Selatan



Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)
Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)
MAKASSAR - Ketua Umum Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) memperkenalkan visi dan misi organisasi masyarakat (ormas) Perindo di Makassar, Sulawesi Selatan.

HT menuturkan, Perindo dibangun sebagai wadah generasi muda untuk berpartisipasi dalam perubahan. Tidak hanya sebagai wacana, tapi juga tindakan.

“Tidak hanya jadi penonton, tapi jadi bagian dari perubahan,” kata HT, di acara silaturrahim tokoh dan kader Perindo Sulsel di Makassar, Selasa (19/3/2013).

Dia menjelaskan beberapa hal yang menjadi perhatian Perindo. Pertama, Perindo merupakan wadah untuk melakukan pressure, misalnya menekan para koruptor di Indonesia. Termasuk, pencegahan kebijakan-kebijakan yang berpotensi disalahgunakan agar kebijakan tersebut tetap berpihak kepada masyarakat.

Kedua, lanjut CEO MNC Group, itu membangun masyarakat bawah dan mendorong kegiatan produktif. Termasuk, memberikan bantuan dan pendampingan. Misalnya, petani membuthkan bibit dan pendampingan. Begitu juga dengan nelayan. Selain itu, memberi keterampilan kepada para buruh.

“Kami juga pernah berpikir, apa kita perlu nantinya membuat bank pasar bersubsidi untuk UKM,” ungkap HT.

Selain itu, Perindo juga akan memberikan bantuan hukum secara gratis kepada orang-orang yang perlu dibantu.

Perindo juga terus berupaya mengembangkan berbagai budaya Tanah Air. “Budaya harus dilestarikan karena kita bangsa yang bertadab,” sambung HT.

Kata dia, Perindo terbuka bagi seluruh golongan masyarakat, termasuk anak muda yang ingin belajar berorganisasi atau berpolitik.

Menurutnya, anak muda tidak boleh apatis tehadap politik nila ingin bangsa ini lebih baik. “Kalau cinta dengan Indonesia, tidak boleh apatis,” tukas HT.

Dengan segala potensi yang ada, seperti sumber daya alam melimpah dan jumlah penduduk yang mencapai 240 juta, HT yakin Indonesia ke depan bisa jauh kebih baik dibanding saat ini.

Kedatangan HT di Sulsel juga ditemani sejumlah pengurus DPP Perindo, di antaranya Ahmad Rofiq, Arya Sinulingga, Henry Suparman, dan Syaiful Haq.
Sumber: okezone.com
[ Read More ]

Puluhan Pengurus NasDem Banjarnegara Ikut Mundur


BANJARNEGARA- Kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) terus mengikuti Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Tanoesoedibjo untuk keluar dari partai yang diketuai Surya Paloh itu.

Giliran puluhan pengurus di DPC Partai NasDem di Banjarnegara, Jawa Tengah, memilih untuk mundur dari posisinya.

Sebanyak 23 orang pengurus tingkat DPC dan 30 orang pengurus ranting Partai NasDem di Banjarnegara sore tadi mendatangi kantor partai DPD NasDem yang berada di Jalan Suprapto Banjarnegara, Selasa (18/3/2013).

Mereka secara serentak menyerahkan surat pengunduran diri dengan ditandai melepas atribut partai dan mengembalikan kartu anggota.

Mantan Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Rakit, Cipto, mengatakan, pengunduran itu dilakukan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan kepada partai yang tidak konsisten.

Salah satunya, pergantian pengurus DPW yang tanpa mekanisme yang benar. Kekecewaan bertambah, setelah janji biaya operasional DPC yang tidak kunjung turun dari DPD.

Beberapa hari sebelumnya, lima pengurus DPD Partai NasDem Banjarnegara juga telah menyatakan mundur, sehingga saat ini hanya tersisa empat pengurus di tingkat DPD.(Elis Novit/Sindo TV/kem)

Sumber: Okezone.com
[ Read More ]

Hary Tanoe Resmikan DPW Perindo Banten




Hary Tanoe bersama sejumlah tokoh nasional dalam acara Perindo (ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesudibjo (HT) meresmikan DPW Perindo Banten yang ditandai dengan penyerahkan bendera Perindo kepada mandatori DPW Perindo Banten, dr. Yandra Dony. "Deklarasi tersebut dilakukan Minggu kemarin, (17/3) oleh HT di Gedung Olah Raga (GOR) Serang, ditandai penyerahan bendera kepada Yandra," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Ekonomi Perindo, Hendrik Kawilarang Luntungan di Jakarta, Senin, (18/3).

Menurutnya, deklarasi yang dihadiri ribuan simpatisan Perindo tersebut, merupakan acara puncak dari berbagai rangkaian acara DPW Perndo Banten yang digagas tim deklarator yang berjumlah 72 orang, termasuk lima inisiator. Deklarasi tersebut diawali dengan kuliah umum HT di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangsa dan Untirta. Setelah itu, HT meresmikan kantor DPW Perindo Banten yang teletak di Jalan Uip Usman No 30, Kaligandul, Serang, Banten.

Rully, begitu sapaan akrab Wasekjen Bidang Ekonomi Perindo itu, menjelaskan, kantor DPW Banten merupakan kantor pertama yang diresmikan di luar Jakarta. Dengan diresmikannya DPW Perindo Banten itu, diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat Banten yang kurang mampu dan terkena bencana, sesuai dengan tujuan Perindo yang merupakan organisasi masyarakat (Ormas).

Seusai meresmikan gedung baru tersebut, HT menuju GOR Ciceri untuk melantik pengurus baru DPW Perindo Banten yang terdiri atas perwakilan-perwakilan daerah di Banten. Pada kesempatan itu, ujar Rully, HT berharap jajaran DPW Banten yang baru dilantik, fokus dalam memberdayakan pemuda dan UKM. Selain itu, pariwisata Banten sangat potensial, sehingga diyakini bisa membuka lapangan pekerjaan.

"Setiap daerah memiliki keunikan yang berbeda-beda. UKM untuk meredam pengangguran. Di Banten tingkat pekerja terendah. Buruh tidak hanya konteks makmur dan sejahtera, tetapi bisa produktif," kata Rully mengutip pernyataan HT. Atas dasar itu HT menargetkan, dalam satu sampai dua tahun ke depan, program kerja Ormas Perindo bisa membuat masyarakat Banten ke arah lebih baik.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan acara bakti sosial di Kasemen, Kota Serang. Pada kesempatan itu Yandra mengatakan, tidak menutup kemungkinan Perindo menjadi partai politik (Parpol). “Kemungkinan menjadi partai politik sangat besar, kita lihat perkembangan ke depan,” ujarnya. Ia optimistis, jumlah anggota Perindo akan lebih banyak dari partai politik. “Anggota Perindo harus lebih banyak dari partai-partai politik yang ada,” pungkasnya. (IS
Sumber: www.gatra.com
[ Read More ]

Perindo Bantu Warga Kampung Sinaba

Dony Aprian - Okezone
Minggu, 17 Maret 2013 18:58 wib
BANTEN - Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar acara Baksos di Kampung Sinaba, Desa Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Baksos kali ini dipimpin langsung Ketua Umum Ormas Persatuan Indonesia Hary Tanoesoedibjo, Sekertaris Jendral Perindo Ahmad Taufiq, beserta seluruh pengurus DPW dan DPP.

Pantauan Okezone di lokasi, dibagikan satu bungkus kantung plastik bertuliskan Perindo yang berisi Sembako, yaitu Beras, gula, minyak goreng, mie instan, dan susu kental manis.
Pembagian bantuan secara simbolik diberikan kepada Fathonah (60) mempunyai yang mempunyai 4 orang anak, setelah itu Sohari (42) dan Munawaroh (80). Mereka semua warga di Kampung Sinaba, RT 009 RW 003, Kecamatan Kesemen, Kota Serang, Banten.

Ketua Umum Persatuan Indonesia Hary Tanoesoedibjo dalam kesempatan ini menuturkan bahwa Perindo merupakan organisasi Kemasyarakatan sosial yang peduli kepada masyarakat.

"Perindo ormas yang akan membantu kepada masyarakat. Ini menunjukkan keseriusan kami dalam skala nasional untuk kegiatan membantu kemasyarakat," tuturnya.

Sukiman (51), Ketua RT 009, RW 003  Kampung Sinaba, menyatakan baksos yang dilakukan perindo sangat membantu warganya.

"Alhamdulillah terima kasih karena dengan keadaan genting seperti ini kita merasa terbantu namanya juga orang desa serba tidak berkucukupan, sekali lagi mengucapkan banyak-banyak terima kasih, harapan ke depan supaya Perindo jaya untuk selama-lamanya," kata dia.
[ Read More ]

Hary Tanoesoedibjo Resmikan DPW Perindo Banten

 
JAKARTA - Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo meresmikan kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Indonesia (Perindo) di Jalan Aip Usman, nomor 30, Kaligandul, Serang, Banten.

Pantauan Okezone, Minggu (17/3/2013), tampak beberapa karangan bunga menghiasi pelataran kantor DPW Perindo Banten. Salah satunya dari Wali Kota Serang. Dalam kesempatan ini Hary Tanoesoedibjo di dampingi oleh Riandra Dony selaku ketua DPW Perindo Banten. Hadir juga dalam acara ini para pengurus DPW Perindo Banten.

"Ini adalah kantor DPW pertama di luar Jakarta yang diresmikan. Perindo Ormas sosial untuk masyarakat kelas bawah, bagaimana mereka menjadi produktif. Atau masyarakat yang kekurangan dan masyarakat yang terkena musibah, bisa kondusif," kata Hary di kantor DPW Perindo Banten.

Hary berharap DPW Perindo Banten bisa fokus memberdayakan pemuda dan UKM. Selain itu, dia mempelajari jika pariwisata di Banten sangat potensial untuk membuka lapangan pekerjaan.

"Setiap daerah memiliki keunikan yang berbeda-beda. UKM untuk meredam pengangguran. Di Banten tingkat pekerja terendah. Buruh tidak hanya konteks makmur dan sejahtera tetapi bisa produktif," tuturnya.

Untuk itu diharapkan dalam satu sampai dua tahun ke depan program kerja Ormas Perindo bisa membuat masyarakat ke arah yang lebih baik.

"Membuat perencanaan dalam satu sampai dua tahun program kerja. Harapan kita menjadi perubahan ke langkah yang lebih baik," pungkasnya. 

Sumber: Okezone.com
[ Read More ]

Perindo diharapkan menjadi pelopor perubahan

Minggu,  17 Maret 2013  −  10:37 WIB
Perindo diharapkan menjadi pelopor perubahan
Perindo. (Dok. Sindo)
Sindonews.com - Setelah melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Organisasi Masyarakat (Ormas) Persatuan Indonesia (Perindo) kini tengah mempersiapkan deklarasi diseluruh 33 provinsi di Indonesia. Kini Perindo sedang melakukan konsolidasi untuk mencapai cita-cita tersebut dengan berbagai kegiatan yang terprogram.

"Dalam setiap satu atau dua minggu akan selalu ada kegiatan ilmiah di kampus, bakti sosial dan deklarasi disetiap provinsi-provinsi. Jadwal telah ditetapkan terkait waktu deklarasi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perindo Ahmad Rofiq melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (17/3/2013).

Ormas yang didirikan oleh hary Tanoesodibjo go to kampus guna memberikan semangat kepada mahasiswa dan menggugah agar lebih sadar ketahanan nasional dan kewirausahaan.

"Ini sangat penting menjadi titik tekan Perindo dalam melakukan perubahan kedepan. Bagaimanapun ekonomi adalah menjadi pilar inti dari sebuah perubahan," katanya.

Dia berharap, Perindo bisa menjadi pelopor perubahan negeri ini untuk saling membantu satu sama lain.

"Perindo ingin membangun jiwa peduli antar sesama agar siapapun juga memberikan empati dan simpatinya kepada yang memerlukan," pungkasnya.
[ Read More ]

Perindo fokus pada masyarakat menengah ke bawah

Minggu,  17 Maret 2013  −  10:37 WIB
Perindo diharapkan menjadi pelopor perubahan
Perindo. (Dok. Sindo)
Sindonews.com - Setelah melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Organisasi Masyarakat (Ormas) Persatuan Indonesia (Perindo) kini tengah mempersiapkan deklarasi diseluruh 33 provinsi di Indonesia. Kini Perindo sedang melakukan konsolidasi untuk mencapai cita-cita tersebut dengan berbagai kegiatan yang terprogram.

"Dalam setiap satu atau dua minggu akan selalu ada kegiatan ilmiah di kampus, bakti sosial dan deklarasi disetiap provinsi-provinsi. Jadwal telah ditetapkan terkait waktu deklarasi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perindo Ahmad Rofiq melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (17/3/2013).

Ormas yang didirikan oleh hary Tanoesodibjo go to kampus guna memberikan semangat kepada mahasiswa dan menggugah agar lebih sadar ketahanan nasional dan kewirausahaan.

"Ini sangat penting menjadi titik tekan Perindo dalam melakukan perubahan kedepan. Bagaimanapun ekonomi adalah menjadi pilar inti dari sebuah perubahan," katanya.

Dia berharap, Perindo bisa menjadi pelopor perubahan negeri ini untuk saling membantu satu sama lain.

"Perindo ingin membangun jiwa peduli antar sesama agar siapapun juga memberikan empati dan simpatinya kepada yang memerlukan," pungkasnya.
[ Read More ]

Diguyur Hujan Deras, HT Blusukan ke Johar Baru & Setiabudi

Misbahol Munir - Okezone
Sabtu, 16 Maret 2013 17:26 wib
Hary Tanoesoedibjo bersama istri, Liliana Tanoesoedibjo (Foto: Aris/Okezone)
Hary Tanoesoedibjo bersama istri, Liliana Tanoesoedibjo (Foto: Aris/Okezone)
JAKARTA - Pendiri Ormas Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo (HT), kembali blusukan ke tengah masyarakat. Blusukan HT kali ini dilakukan di daerah bekas banjir di Gang Eddy 10 RT 014/RW 06, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan dan Jalan Kampung Rawa 3 RT 05 RW 01, Johar Baru Jakarta Pusat.

Seperti biasa, blusukan HT ini dilakukan dalam rangka bakti sosial. Selain memberikan bantuan, blusukan HT ini untuk mengetahui secara langsung mengenai persoalaan mendasar yang dialami masyarakat Indonesia.

Menurut pengusaha muda ini, semua yang dikeluhkan oleh warga adalah masalah ekonomi, hukum dan sosial. “Hampir semua warga yang didatangi tidak jauh berbeda tentang apa yang dikeluhkan seperti masalah ekonomi, hukum dan sosial,” kata HT di lokasi, Sabtu (16/3/2013).

Dengan bakti sosial ini, HT berharap bisa membantu masyarakat yang kurang mampu. "Dalam rangka bakti sosial kepada masyarakat yang kurang mampu, antara lain bantuan sembako pengobatan dan pendidikan," jelasnya.

Dalam bakti sosialnya, Perindo menyediakan 7.000 paket sembako bagi masyarakat Jakarta yang kurang mampu. Terkait hal itu, HT menyatakan tidak mungkin dapat dibagikan sekaligus kepada warga. "Kita sudah tentukan lokasi mana saja yang kita akan beri bantuan," tandasnya.
[ Read More ]

Perindo Jateng Deklarasi 14 April

SEMARANG, suaramerdeka.comOrganisasi masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Tengah akan deklarasi pada 14 April mendatang di Semarang. Sebagian pengurusnya berasal dari fungsionaris Ormas dan Partai Nasdem yang mengundurkan diri.
Deklarasi Perindo Jateng diserahkan kepada Siswadi Selodipuro, mantan Ketua Dewan Pembina Partai Nasdem Jateng. Ketua Umum Perindo Harry Tanoesudibyo memberikan mandat kepada Siswadi di Jakarta, Rabu (13/3). "Hari ini saya terima mandat untuk bentuk Perindo Jateng, saya ditarget 14 April harus sudah dibentuk," katanya, dihubungi dari Semarang.
Pembentukan Perindo Jateng akan diikuti cabang di 35 kabupaten kota. Sebagian pengurusnya adalah orang-orang Nasdem yang telah mengundurkan diri. Gelombang pengunduran diri itu memang merebak dan berbagai kota, terakhir pengurus DPD Partai Nasdem Banjarnegara.
"Banjarnegara tinggal ketuanya saja, semuanya sudah mundur. Ini akan jadi efek domino se Jawa Tengah. Besok malam 16 DPC se Kota Semarang mundur, diikuti Brebes dan ormas Nasdem se Solo Raya," jelasnya.
Deklarasi Perindo Jateng direncanakan menghadirkan Harry Tanoe. Hadir juga Dewan Pembina Wiranto, Dewan Pertimbangan Yusril Ihza Mahendra, dan Dewan Pakar Romli Atmasasmita. Siswadi mengakui jika kader Perindo banyak yang menjadi bakal calon anggota legislatif Partai Hanura.
Ia mengklaim sudah menyerahkan daftar 178 bacaleg Hanura dari Perindo. "Mereka akan nyalon untuk DPRD kabupaten kota dan provinsi serta DPR RI," katanya.
[ Read More ]

Peduli korban kebakaran Salemba, Perindo beri bantuan sembako

Peduli korban kebakaran Salemba, Perindo beri bantuan sembako
Hary Tanoesoedibjo (Tengah) beserta istri Liliana Tanoesoedibjo (kiri) beri bantuan. (Dok Sindophoto)
Sindonews.com - Meski belum segenap satu bulan berdiri, Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) terus membuat gebrakan. Perindo kembali membuktikan kepedulian melalui aksi sosial dengan memberikan bantuan kepada korban kebakaran di wilayah Salemba, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Deklarator Perindo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (HT) menerangkan, pemberian bantuan kepada korban kebakaran ini merupakan langkah sosial yang dilaksanakan ketika adanya bencana yang melanda masyarakat Indonesia.

"Ini adalah bantuan untuk korban kebakaran di wilayah Salemba, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Dan ini juga merupakan visi Perindo yang mana melakukan rescue seperti bencana alam banjir hingga kebakaran," jelas HT kepada wartawan di MNC Tower, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (25/3/2013).

Bos MNC Group ini melanjutkan, Ormas Perindo memberikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) dan barang-barang kebutuhan lainnya.

"Kita berikan terkait sembako dan lain-lain, seperti barang kebutuhan, obat-obatan. Untuk jumlah, ini berupa barang," terangnya.

Terakhir, HT mengatakan langkah sosial itu tidak akan berhenti di bencana kebakaran di wilayah Salemba saja. Perindo juga akan memberikan bantuan yang sama terhadap daerah-daerah lainnya yang menjadi korban kebakaran.

CEO MNC Grup ini menambahkan, salah satu visi dan misi berdirinya Perindo adalah dapat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. "Yang penting kita bisa berbuat untuk masyarakat. Itu yang terpenting bagi Perindo," pungkasnya

Sumber : Sindonews Jum'at,  15 Maret 2013
[ Read More ]

Ngotot Ingin RUU Perkumpulan, Bukan RUU Ormas

JAKARTA - Koalisi Akbar Masyarakat Sipil Indonesia (KAMSI), mengkritisi ketentuan di Pasal 12 ayat (4) Rancangan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas) versi 9 Februari 2013, yang mendelegasikan pengaturan lebih lanjut badan hukum perkumpulan melalui Peraturan Pemerintah (PP).

"Padahal di saat bersamaan sedang direncanakan RUU Perkumpulan. Selain itu, dalam ketentuan penutup Pasal 68 huruf b, juga menyatakan akibat pemberlakuan UU Ormas, maka Staatsblad 1870 Nomor 64 tentang Perkumpulan-Perkumpulan Berbadan Hukum, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi," ujar anggota KAMSI, Ronald Rofiandri di Jakarta, Jumat (15/3).

Ia menilai isi dari pasal-pasal tersebut sangat aneh. Karena awalnya, keberadaan RUU Perkumpulan lah  yang seharusnya menggantikan Staatsblad tersebut, bukan RUU Ormas.

"Lantas bagaimana status hukum banyak Perkumpulan? Apakah pada akhirnya dikategorikan menjadi ormas padahal belum tentu Perkumpulan tersebut mau menjadi ormas dan tetap memilih menjadi Perkumpulan?" tanyanya.

Ronald menilai di balik penyusunan RUU Ormas terdapat motif dari pihak-pihak tertentu mengerdilkan dan "membunuh" RUU Perkumpulan.

Padahal kerangka hukum yang tepat dan relevan untuk mengatur kehidupan berserikat dan berorganisasi adalah RUU Perkumpulan (untuk yang berbasis anggota), di samping UU Yayasan (yang tidak berbasis anggota).

Namun kenyataannya, hingga saat ini RUU Perkumpulan yang rencananya dipersiapkan sebagai RUU usul inisiatif Pemerintah yang dibuat Kementerian Hukum dan HAM, belum mengalami kemajuan proses yang signifikan.

"Hasil penelusuran KAMSI sejak Prolegnas (Program Legislasi Nasional,red) 2005-2009 hingga 2013, belum diketahui sampai mana prosesnya," ujar Ronald.

Sementara, Kasubdit Ormas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Ditjen Kesbangpol) Kemendagri, Bahtiar, mengatakan, RUU Ormas tidak akan meniadakan RUU Perkumpulan.

Boleh-boleh saja, katanya, jika RUU Ormas nantinya disahkan menjadi UU, pembahasan RUU Perkumpulan dilanjutkan.

Kata Bahtiar, materi RUU Ormas tidak sama dengan materi RUU Perkumpulan. RUU Perkumpulan lebih banyak mengatur mengenai teknis pendirian ormas.

"Sementara, RUU Ormas mengatur aspek pembinaan ormas, termasuk juga menekankan pentingnya akuntabilitas keuangan ormas. Soal akuntabilitas dan transparansi dana ormas tidak diatur di RUU Perkumpulan," terang Bahtiar. (gir/sam/jpnn)

Sumber: JPNN.com
[ Read More ]

RUU Perkumpulan, Macet hingga Terhambat RUU Ormas

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan, ditengarai dibalut motif untuk mengerdilkan dan bahkan "membunuh" RUU Perkumpulan.
Ronald Rofiandri, anggota Koalisi Akbar Masyarakat Sipil Indonesia, dalam siaran persnya, Jumat (15/3/2013), menyatakan, kerangka hukum yang tepat dan relevan untuk mengatur kehidupan berserikat dan berorganisasi semestinya adalah RUU Perkumpulan untuk lembaga yang berbasis anggota, di samping UU Yayasan untuk yang tidak berbasis anggota.
Menurut Ronald yang juga Direktur Advokasi Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) itu, RUU Perkumpulan yang rencananya akan dipersiapkan sebagai RUU inisiatif pemerintah, belum mengalami kemajuan proses yang signifikan. Hasil penelusuran Koalisi Akbar Masyarakat Sipil Indonesia, sejak Prolegnas 2005-2009 hingga 2013, belum diketahui secara pasti sampai di mana prosesnya sekarang.
"Di saat yang bersamaan, sejumlah ketentuan dalam RUU Ormas telah mengerdilkan dan 'membunuh' inisiatif penyusunan RUU Perkumpulan," sebut Ronald.
Koalisi juga menemukan dalam Pasal 12 Ayat (4) RUU Ormas (versi 9 Februari 2013 yang telah disetujui Panitia Kerja DPR pada 20 Juni 2012), mendelegasikan pengaturan lebih lanjut badan hukum perkumpulan melalui Peraturan Pemerintah (PP), di saat sedang direncanakan RUU Perkumpulan.
Selain itu, Ketentuan Penutup Pasal 68 huruf b RUU Ormas (disetujui Panja 10 Juli 2012) menyatakan bahwa akibat pemberlakuan UU Ormas, Staatsblad 1870 Nomor 64 tentang Perkumpulan-Perkumpulan Berbadan Hukum dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Padahal awalnya, lanjut Ronald, keberadaan RUU Perkumpulan yang seharusnya menggantikan Staatsblad tersebut, bukan RUU Ormas.
"Lantas, bagaimana status hukum banyak perkumpulan. Apakah pada akhirnya dikategorikan menjadi ormas, padahal belum tentu perkumpulan itu mau menjadi ormas dan tetap memilih menjadi perkumpulan?" tanya Ronald.
[ Read More ]

Target, RUU Ormas Disahkan 12 April

JAKARTA - Pembahasan Rancangan Undang-undang organisasi kemasyarakatan (RUU ormas) yang cukup lama dan alot, sudah mencapai klimaksnya pada Jumat (8/3) malam pukul 11.00 Wib di Cikopo, Jabar. RUU sudah masuk pembahasan di tingkat Tim Perumus.

"Pembahasan di tingkat panja sudah selesai dan masuk ke Tim Perumus yang akan mulai pembahasan pada 14 Maret 2013," ujar Direktur Seni, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (kesbangpol) Kemendagri, Budi Prasetyo, kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/3).

Pembahasan mengenai hal yang krusial sudah berhasil disepakati pemerintah dan DPR, dengan mengakomodasi situasi yang berkembang.

Soal sanksi, kata Budi, secara keseluruhan sudah klir. Hanya saja, soal ketentuan sanksi penghentian sementara kegiatan ormas yang melanggar aturan, masih ada satu anggota Panja yang memberi catatan.

Satu anggota Panja dari Fraksi PKS minta agar proses penghentian sementara tidak subyektif, maka wajib dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum.  "Tapi secara umum, delapan fraksi sudah tidak masalah," ujar Budi.

Apakah tidak divoting jika ada satu anggota yang belum setuju" Kalau voting kan sudah beres" "Sudah ada kesepakatan pemerintah dan DPR, tak perlu ada voting dalam pembahasan RUU ormas," jawabnya.

Diharapkan, sebelum 12 April, sebelum masuk reses, RUU Ormas ini sudah disahkan menjadi UU di paripurna DPR.

Di tempat yang sama, Kasubdit Ormas Ditjen Kesbangpol Kemendagri, Bahtiar, menyebutkan, saat ini jumlah ormas yang ada di wilayah Sumut mencapai 5000 ormas.  Jumlah ini merupakan terbanyak di seluruh Indonesia.

"Ormas di Sumut banyak, terbanyak di Indonesia, mencapai 5 ribu ormas," ujar Bahtiar.

Untuk di wilayah DKI Jakarta, yang menempati urutan kedua terbanyak, jumlahnya hanya mencapai 1500 ormas.  Seluruh Indonesia, jumlahnya mencapai sekitar 67 ribu ormas.

Jumlah itu pun merupakan data ormas yang mendaftarkan keberadaannya di pemerintah. Diperkirakan jumlah ormas di Sumut lebih dari 5000, karena diduga banyak juga yang tidak mendaftarkan diri sehingga tidak tercatat. (sam/jpnn)

Sumber: jppn.com
[ Read More ]

Pengurus Mundur, Nasdem Banjarnegara Terancam Bubar

SEMARANG, Suaramerdeka.com 13/3/13- Para pengurus DPD Partai Nasdem Banjarnegara ramai-ramai mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pengurus partai. Ketua Dewan Pembina DPD Partai Nasdem Banjarnegara Sunarso menyatakan hampir seluruh pengurus mundur sehingga kepengurusan Partai Nasdem Banjarnegara terancam bubar.
"Per hari ini hampir semua pengurus sudah menyatakan mundur. Pengurus yang belum mundur tinggal dua orang," katanya, Rabu (13/3). Dua pengurus yang belum mundur itu adalah Ketua Partai Nasdem Banjarnegara Jatmiko dan seorang wakil sekretaris.
Alasan pengunduran diri, menurut Sunarso, karena banyak pengurus yang sudah tidak sejalan lagi dengan keputusan-keputusan Partai Nasdem. Sebab, Nasdem yang selalu menggelorakan tentang demokrasi tapi nyatanya selalu sewenang-wenang dalam pengambilan keputusan. Selain itu, banyak pengurus Nasdem yang selalu menerapkan tindakan ABS atau asal bapak senang.
"Kami di daerah seperti tak punya kedaulatan sama sekali," katanya.
Sunarso menyatakan gerbong yang berisi mantan fungsionaris Partai Nasdem Banjarnegara akan mengalihkan dukungannya ke Perindo. "Mayoritas aktif masuk Perindo," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Jateng Sugeng Suprawoto menyatakan kondisi Partai Nasdem Jateng solid. Buktinya, 35 ketua dan sekretaris dewan pimpinan daerah kabupaten kota hadi dalam rapimwil yang digelar bulan lalu di Semarang.
Menanggapi mundurnya sejumlah fungsionaris, Sugeng menyatakan, hal itu adalah pilihan politik yang bersangkutan.
Bahkan ia menegaskan, bagi kader yang memang sudah cocok dengan visi misi Nasdem untuk secepatnya keluar. "Tidak ada yang perlu ditangisi. Tidak akan berpengaruh pada soliditas Nasdem," tegasnya.
[ Read More ]