Tribunnews.com - Minggu, 10 Maret 2013 17:33 WIB
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ketua
Umum Partai Hanura, Wiranto (kiri) didampingi deklarator Ormas
Persatuan Indonesia (Perindo) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai
Hanura Hary Tanoesoedibjo, saat deklarasi Perindo di Istora Senayan
Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2013). Selain Hary, ormas Perindo ini juga
antara lain dideklarasikan oleh ahli hukum Yusril Ihza Mahendra dan
mantan Sekjen Partai NasDem Ahmad Rofiq, dengan membacakan manifesto
politik. TRIBUNNEWS/HERUDIN
TRIBUNNEWS.COM -
CEO MNC Grup yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, Hary
Tanoesoedibjo, mengatakan, permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia
saat ini merupakan yang terburuk 50 tahun terakhir.
"Saya bisa
mengatakan bahwa kondisi bangsa saat ini adalah yang terburuk yang kita
alami, paling tidak pada zaman saya sejak tahun 1965 sampai hari ini,"
ujar Hary Tanoe usai menghadiri diskusi bertajuk "Memperkokoh Komitmen
Kebangsaan untuk Kesejahteraan Indonesia" yang diadakan alumni Himpunan
Mahasiswa Indonesia (HMI) di kediaman Ketua Umum Persaudaraan Alumni
HMI, Bursah Zarnubi, Minggu (10/3).
Hary Tanoe mengatakan,
Reformasi 1998 sempat menjadi harapan rakyat agar Indonesia bisa menjadi
bangsa yang lebih baik. Namun, ia menilai permasalahan Indonesia kini
makin memburuk.
"Sayang sekali, reformasi 1998 sampai sekarang
sudah 15 tahun, tetapi hasilnya tidak maksimal atau bahkan banyak dalam
beberapa hal juga mundur," kata mantan politisi Nasdem itu tanpa
menyebut hal-hal yang mundur itu.
Untuk memperbaiki keadaan bangsa
saat ini, bilang Hary, hanya bisa dilakukan jika seluruh komponen
bangsa mau bekerja bersama-sama. "Ini hanya bisa kita perbaiki kalau
kita berjuang bersama-sama. Kita tidak bisa berjuang sendiri-sendiri
karena permasalahannya sudah sangat kompleks," ujarnya.







