BANJARNEGARA (KRjogja.com) -
Sebanyak enam Ketua DPC dan 17 pengurus Partai Nasdem mengundurkan diri
dan hengkang ke ormas Persatuan Indonesia (Perindo) yang didirikan Hari
Tanoesoedibjo.
Pengurus yang mundur adalah Ketua Dewan Pembina Sunarso Kadar Waluyo, sekretaris Indra Hari Purnama, wakil ketua Anis Mansur, bendahara Eka Fitriyanti dan wakil bendahara Heru Setiawan. Sedangkan ketua DPC yang mundur Selasa kemarin yaitu Heri Setiyagung (Wanadadi), Cito Sudiro (Rakit), Muhidin Ahmad (Pagedongan), Supriyadi (Purwanegara) Wasis Koderi (Mandiraja) dan Djohan Irawan (Punggelan).
Pengunduran diri ketua dan unsur pengusus DPC NasDem Banjarnegara, ditandai dengan pelepasan kaos biru berlambang partai NasDem, di kantor sekretratiat DPD partai tersebut di Jalan Soeprapto Banjarnegara, Selasa (19/03/2013). Saat itu, sekretariat dalam keadaan kosong.
Cipto Sudiro, mantan ketua DPC Kecamatan Rakit dan mantan sekretaris DPD Indra Hari Purnama menyatakan dirinya dan para pengurus lain memilih mundur karena di NasDem banyak ketidak jelasan dalam berbagai hal.
"DPW menjanjikan biaya operasional DPC namun tak pernah diberikan. Sedangkan fasilitas sambungan televisi Indovision yang pernah diterima ketua DPC, diputus. (Mad)
Sumber: krjogja.com
Pengurus yang mundur adalah Ketua Dewan Pembina Sunarso Kadar Waluyo, sekretaris Indra Hari Purnama, wakil ketua Anis Mansur, bendahara Eka Fitriyanti dan wakil bendahara Heru Setiawan. Sedangkan ketua DPC yang mundur Selasa kemarin yaitu Heri Setiyagung (Wanadadi), Cito Sudiro (Rakit), Muhidin Ahmad (Pagedongan), Supriyadi (Purwanegara) Wasis Koderi (Mandiraja) dan Djohan Irawan (Punggelan).
Pengunduran diri ketua dan unsur pengusus DPC NasDem Banjarnegara, ditandai dengan pelepasan kaos biru berlambang partai NasDem, di kantor sekretratiat DPD partai tersebut di Jalan Soeprapto Banjarnegara, Selasa (19/03/2013). Saat itu, sekretariat dalam keadaan kosong.
Cipto Sudiro, mantan ketua DPC Kecamatan Rakit dan mantan sekretaris DPD Indra Hari Purnama menyatakan dirinya dan para pengurus lain memilih mundur karena di NasDem banyak ketidak jelasan dalam berbagai hal.
"DPW menjanjikan biaya operasional DPC namun tak pernah diberikan. Sedangkan fasilitas sambungan televisi Indovision yang pernah diterima ketua DPC, diputus. (Mad)
Sumber: krjogja.com







